Al-Qur’an Sebagai Sumber Pengetahuan

Hamalatudzikra
Hamalatudzikra
Santri Hamalatudzikra

Al-Qur’an Sebagai Sumber Pengetahuan

Al-Qur’an merupakan sumber sekaligus detonator perkembangan berbagai macam ilmu pengetahuan,

juga merupakan asal usul sekaligus dasar keilmuan yang berkembang sampai saat ini.

Allah SWT telah menyematkan di dalam Al-Qur’an beraneka ragam ilmu pengetahuan serta hikmah-hikmah yang mengagumkan juga luar biasa.

Dan dengan kemukjizatan yang terdapat di dalamnya,

Al-Qur’an mampu membuat para kalangan cendekiawan yang senantiasa berpikir terkesima akan keindahannya,

seperti kandungan isi, gaya bahasa penyampaian dan lain-lain.

Allah SWT telah menurunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa,

dengan syarat mereka senantiasa mau berpegang teguh dan menerapkan makna isinya di dalam kehidupan sehari-hari,

tidak sekedar merasa cukup dengan membaca dan menghafalkannya saja, meskipun keduanya memiliki kedudukan yang tinggi.

Definisi Al-Qur’an

A. Pengertian Al-Qur’an Secara Etimologi

Al-Qur’an sudah menjadi sebuah nama kitab suci yang di turunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai mukjizat yang paling utama.

Nama Al-Qur’an di ambil dari bahasa arab qur’anun قُرْآنٌ perpindahan kata dari kata qara’a قَرَأَ yang memiliki arti “Mengumpulkan atau menghimpun sesuatu”.

Kata qur’anun قُرْآنٌ pada dasarnya sama seperti kata qira’atun قِرَاءَةٌ bentuk mashdar dari kata Qara’a قَرَأَ,

andaikan di tasrif dalam ilmu tasrif maka urutannya adalah قَرَأَ يَقْرَأُ قِرَاءَةً وَقُرْآنًا qara’a – yaqra’u – qira’atan wa qur’anan.

Kata qira’ah قراءة sendiri secara bahasa memiliki arti “Mengumpulkan sebagian huruf dan kalimat dengan sebagian yang lain dalam nada ucapan”,

dan ini juga merupakan pengertian Al-Qur’an secara bahasa. Sesuai dengan firman Allah SWT di dalam surat Al-Qiyamah ayat 17-18 :

BACA JUGA 👉  Tips menghafal Al-Qur'an

اِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهٗ وَقُرْاٰنَهٗ ١٧ فَاِذَا قَرَأْنٰهُ فَاتَّبِعْ قُرْاٰنَهٗ ١٨

Artinya : “Sesungguhnya tugas Kamilah untuk mengumpulkan (dalam hatimu) dan membacakannya (Al-Qur’an).

Maka, apabila Kami telah selesai membacakannya, ikutilah bacaannya itu”.

Di dalam ayat tersebut قُرْآنَهُ di tafsiri dengan قِرَاءَتَهُ yang artinya “bacaan”,

oleh karena itu, al-qira’ah dan al-qur’an memiliki arti yang sama dalam bahasa,

hanya saja qur’an قُرْآنٌ mengikuti wazan fu’lan فُعْلَانٌ dengan di baca dhammah ‘ain fi’ilnya.

B. Pengertian Al-Qur’an Secara Terminologi

Al-Qur’an secara istilah ialah Firman Allah SWT yang telah di turunkan kepada Nabi Muhammad SAW,

di riwayatkan secara mutawatir dan hanya dengan membacanya saja sudah di anggap suatu ibadah.

Makna secara mutawatir بِالتَّوَاتُرِ pada pengertian di atas maksudnya adalah Al-Qur’an di riwayatkan oleh sekelompok orang dari kelompok yang lain,

yang tidak mungkin terjadi adanya kesepakatan atau persekongkolan dari mereka untuk berbohong,

dari awal sanad periwayatan hingga puncak sanadnya (Rasulullah SAW).

 

Terjemah kitab Mawarid al Bayan fi Ulum al Qur’an Karya Dr. KH. M. Afifudin Dimyathi., L.c., M.A Part 1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Hubungi Kami
Hubungi Kami