Berbagai Macam Kelompok Makkiyah dan Madaniyah

Itulah berbagai macam kategori dasar yang inti pembahasannya seputar Al-Makkiy dan Al-Madaniy,

oleh karena itu bidang tersebut di namakan dengan “Ilmu pengetahuan tentang Al-Makkiy dan Al-Madaniy”,

dan berikut ini masing-masing gambaran penjelasannya :

pertama Surat-surat Madaniyah berjumlah 20 surat di antaranya : AlBaqarah, Ali-‘Imron, An-Nisa’, Al-Maidah, Al-Anfal, At-Taubah, An-Nur, Al-Ahzab, Muhammad, Al-Fath, Al-Hujurat, Al-Hadid, Al-Mujadalah, Al-Hasyr, Al-Mumtahinah, Al-Jumu’ ah, Al-Munafiqun, At-Thalaq, At-Tahrim, An-Nashr.

kedua Surat-surat yang di perdebatkan apakah Makkiyah atau Madaniyah berjumlah 12 surat, di antaranya : Al-Fatihah, Ar-Ra’du, Ar-Rahman, As-Shaf, At-Taghabun, Al-Muthaffifin, Al-Qadr, Al-Bayyinah, Az-Zalzalah, Al-Ikhlash, Al-Falaq, An-Nas.

ketiga Surat-surat Makkiyah berjumlah 82 surat, sebagian di antaranya adalah : Al-An’am, Al-A’raf, Yunus, Huud, dan masih banyak lainnya.

keempat Ayat-ayat Makkiyah yang berada di dalam surat-surat Madaniyah, sebagian contohnya adalah surat Al-Anfal yang merupakan salah satu surat Madaniyah, banyak dari para ‘Ulama mengecualikan ayat ke 64 dari surat tersebut, yang berbunyi :

يٰٓاَيُّهَا النَّبِيُّ حَسْبُكَ اللّٰهُ وَمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ  ٦٤

Yang artinya : “Wahai Nabi (Muhammad), cukuplah Allah (menjadi pelindung) bagi engkau dan bagi orang-orang mukmin yang mengikutimu”.

kelima Ayat-ayat Madaniyah yang berada di dalam surat-surat Makkiyah, sebagian contohnya adalah surat Al-Hajj yang merupakan salah satu surat Makkiyah, kecuali tiga ayat di dalamnya yang merupakan ayat Madaniyah, karena 3 ayat tersebut turun di Madinah, mulai dari firman Allah SWT ayat 19 surat Al-Hajj yang berbunyi :

هٰذَانِ خَصْمٰنِ اخْتَصَمُوْا فِيْ رَبِّهِمْ فَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا قُطِّعَتْ لَهُمْ ثِيَابٌ مِّنْ نَّارٍۗ يُصَبُّ مِنْ فَوْقِ رُءُوْسِهِمُ الْحَمِيْمُ ١٩

Yang artinya : “Inilah dua kubu (mukmin dan kafir) yang bertikai. Mereka bertikai tentang Tuhan mereka. Bagi orang-orang yang kufur akan dibuatkan pakaian dari api neraka bagi mereka. Ke atas kepala mereka akan disiramkan air yang mendidih”.

BACA JUGA 👉  Keutamaan Orang Yang Menghafalkan Al-Qur'an

keenam Ayat yang turun di kota Makkah akan tetapi hukumnya Madaniy. Para ‘Ulama mencontohkan kategori ke enam ini dengan firman Allah SWT, ayat 13 surat Al-Hujurat yang berbunyi :

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْ، اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ، اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ ١٣

Yang artinya : “Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu  sekalian dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal satu sama lain. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Teliti”.

Karena ayat tersebut turun di kota Makkah saat peristiwa “Hari Kemenangan”.

ketujuh Ayat yang turun di kota Madinah akan tetapi hukumnya Makkiy. Contohnya adalah ayat pertama surat Bara’ ah atau At-Taubah, turunnya di kota Madinah akan tetapi seruan di dalamnya di peruntukkan bagi orang-orang musyrik penduduk kota Makkah.

kedelapan Ayat Madaniyah yang menyerupai turunnya ayat Makkiyah, seperti firman Allah SWT di dalam surat Al-Anfal yang merupakan salah satu surat Madaniyah, ayat 32 :

وَاِذْ قَالُوا اللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ هٰذَا هُوَ الْحَقَّ مِنْ عِنْدِكَ فَاَمْطِرْ عَلَيْنَا حِجَارَةً مِّنَ السَّمَاۤءِ اَوِ ائْتِنَا بِعَذَابٍ اَلِيْمٍ ٣٢

Yang artinya : “(Ingatlah wahai Muhammad) ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, “Ya Allah, jika (Al-Qur’an) ini adalah kebenaran dari sisi-Mu, hujanilah kami dengan batu dari langit atau datangkanlah kepada kami azab yang sangat pedih”.

Ayat tersebut menceritakan sikap orang-orang musyrik yang ingin segera di datangkan azab yang sangat pedih sebagai bukti nyata kebenaran Al-Qur’an, dan sikap mereka yang demikian ini berlangsung di kota Makkah.

BACA JUGA 👉  Cara dan Tahapan Turunnya Al-Qur'an

kesembilan Ayat Makkiyah yang menyerupai turunnya ayat Madaniyah, seperti firman Allah SWT di dalam surat An-Najm ayat 32 :

اَلَّذِيْنَ يَجْتَنِبُوْنَ كَبٰۤىِٕرَ الْاِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ اِلَّا اللَّمَمَۙ اِنَّ رَبَّكَ وَاسِعُ الْمَغْفِرَةِۗ هُوَ اَعْلَمُ بِكُمْ اِذْ اَنْشَاَكُمْ مِّنَ الْاَرْضِ وَاِذْ اَنْتُمْ اَجِنَّةٌ فِيْ بُطُوْنِ اُمَّهٰتِكُمْۗ فَلَا تُزَكُّوْٓا اَنْفُسَكُمْۗ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقٰى٣٢

Yang artinya : “ (Mereka adalah) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji. Akan tetapi, mereka (memang) melakukan dosa-dosa kecil. Sesungguhnya Tuhanmu Maha luas ampunan-Nya. Dia lebih mengetahui dirimu sejak Dia menjadikanmu dari tanah dan ketika kamu masih berupa janin dalam perut ibumu. Maka, janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dia lebih mengetahui siapa yang bertakwa”.

Al-Imam As-Suyuthi memberikan tanggapan penjelasan mengenai apa yang di sampaikan di dalam ayat tersebut, Ia berkata :

  1. اَلْفَوَاحِشُ : adalah setiap perbuatan dosa yang di dalamnya terdapat hukuman berupa had
  2. اَلْكَبَائِرُ : adalah setiap perbuatan dosa yang balasan hukumannya adalah Neraka
  3. اَللَّمَمُ : adalah perbuatan-perbuatan dosa yang tarafnya berada di antara pengertian keduanya. Sementara di kota Makkah belum ada hukuman berupa had dan sejenisnya pada saat itu.

kesepuluh Bagian Al-Qur’an yang di alihkan kategorinya dari Makkiyah ke Madaniyah, seperti contoh surat Al-A’laa, yang ayat pertamanya berbunyi :

سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْاَعْلَى ١

Yang artinya : “Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi”.

kesebelas Bagian Al-Qur’an yang di alihkan kategorinya dari Madaniyah ke Makkiyah, sebagian contohnya adalah ayat pertama surat Bara’ ah atau At-Taubah.

kedua belas Ayat-ayat yang turun di malam hari dan ayat-ayat yang turun di siang hari. Kebanyakan dari ayat-ayat Al-Qur’an turun pada waktu siang, adapun yang turun di waktu malam di antaranya seperti :

  1. Ayat-ayat yang terakhir di dalam surat Ali-‘Imron
  2. Ayat yang menjelaskan tiga orang yang di tinggalkan dari pergi ke medan perang
  3. Ayat pertama surat Al-Fath

ketiga belas Ayat-ayat yang turun pada musim panas dan ayat-ayat yang turun pada musim dingin. Para ‘Ulama mencontohkan ayat yang turun pada musim panas dengan ayat yang menerangkan “Waris Kalalah” yang terdapat di dalam surat An-Nisa’.

Dan mencontohkan ayat yang turun pada musim dingin dengan ayat-ayat yang menjelaskan “Cerita kebohongan besar” di dalam surat An-Nur, salah satunya ayat 11 :

BACA JUGA 👉  Cara Allah Menurunkan Wahyu Kepada Para Utusan-Nya

اِنَّ الَّذِيْنَ جَاۤءُوْ بِالْاِفْكِ عُصْبَةٌ مِّنْكُمْۗ لَا تَحْسَبُوْهُ شَرًّا لَّكُمْۗ بَلْ هُوَ خَيْرٌ لَّكُمْۗ لِكُلِّ امْرِئٍ مِّنْهُمْ مَّا اكْتَسَبَ مِنَ الْاِثْمِۚ وَالَّذِيْ تَوَلّٰى كِبْرَهٗ مِنْهُمْ لَهٗ عَذَابٌ عَظِيْمٌ  ١١

Yang artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah kelompok di antara kalian (juga). Janganlah kalian semua mengira bahwa peristiwa itu buruk bagi kalian, sebaliknya itu merupakan kebaikan bagi kalian. Setiap orang dari mereka akan mendapat balasan dari dosa yang telah diperbuatnya. Adapun orang yang mengambil peran besar di antara mereka, dia akan memperoleh azab yang sangat berat”.

keempat belas Ayat-ayat yang turun pada saat tidak sedang bepergian dan ayat-ayat yang turun pada saat sedang bepergian. Mayoritas ayat-ayat Al-Qur’an turun saat Rasulullah sedang tidak berada dalam perjalanan, adapun ayat yang turun saat Ia sedang berada dalam sebuah perjalanan contohnya adalah ayat pertama surat Al-Anfal, ayat tersebut turun di daerah Badr setelah terjadinya peperangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Hubungi Kami
Hubungi Kami