BLK Komunitas Hamalatudzikra Cetak Pekerja Multimedia

hamalatudzikra

Astanajapura-Demi meningkatkan kecakapan multimedia santri Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) Hamalatufdzikra, Putat Payung, Merpada Wetan, Astanajapura, Cirebon, mengadakan Pelatihan Berbasis Kompetensi Angkatan II.
Pelatihan yang bertajuk ‘Video Editing Multimedia’ ini, berlangsung selama dua puluh empat hari. Pelatihan dimulai Jumat 8 Mei 2023 dan akan berakhir 4 Juni 2023.
Pelatihan yang berlangsung di Gedung Workhshop BLKK Hamalatudzikra ini, diikuti oleh 16 peserta yang berasal dari kalangan Alumni MA Ad-Dzikro dan para ustadz pondok pesantren Hamalatudzikra.
Selama proses pelatihan, para peserta tampak antusias mengikuti pelatihan pengeditan video, mixing, mengkomposisikan gambar bergerak, pengambilan video, perekaman suara, dan penerbitan musik dalam area kerja Video Editing.
Selain itu, peserta juga dibekali cara berkomunikasi dengan klien, menyusun rencana kerja, dan strategi memasarkan produk digital.
“Dengan serangkaian materi dan proses pelatihan yang terstandar seperti itu, para peserta diharapkan akan tumbuh berkembang di tengah kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang berlari sangat cepat. Baik sebagai pekerja, maupun sebagai wirausahawan. Saat ini kemampuan di bidang multimedia sangat-sangat dibutuhkan,” kata Kepala BLKK Hamalatudzikra, Moh. Mahdi, Senin (29/5/2023).
Moh. Mahdi menjelaskan, BLKK Hamalatudzikra baru berdiri pada 2021 atas dukungan Kementerian Tenaga Kerja RI.
Meski belum sepenuhnya lengkap, fasilitas dan peralatan yang disediakan lebih dari cukup untuk pembekalan yang sifatnya mendasar.
“Untuk fasilitas sudah sangat layak dengan adanya ruang teori, ruang praktik, dan ruang pendukung lainnya. Sementara untuk peralata telah tersedia komputer, laptop server, kamera, kamera video, TV LED, dan sebagainya,” lanjutnya.
Namun, Ia berharap sedikit demi sedikit peralatan di bidang multimedia akan semakin lengkap.
“Selain menunggu dukungan peralatan baru dari pemerintah, kami juga akan upayakan melengkapi semampunya. Apalagi mulai sekarang, kami sudah diwanti-wanti ke depan BLK ini dituntut harus dapat mandiri. Baik secara program maupun pendanaan,” jelas Moh. Mahdi.
Sementara itu, seorang peserta, Ruhiyat, mengaku bersyukur bisa mengikuti pelatihan untuk mengembangkan kemampuan dasar video editing yang selama ini telah dimiliki.
Dia menjadi mengenal dan mampu mengoperasikan aplikasi-aplikasi video editing, dari yang paling sederhana sampai yang paling rumit.
“Bersyukur karena dapat fasilitas-fasilitas peralatan, seragam, juga konsumsi. Tapi yang lebih penting materi-materi dan praktik. Jadi lebih terasah dengan mencoba-coba membuat produk video,” pungkas Ruhiyat.

BACA JUGA 👉  Semarak Para Siswa Dinaungan Yayasan Nurul Huda Japura Lor Sambut Tahun Baru Islam 1445 H

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Hubungi Kami
Hubungi Kami