Cara dan Tahapan Turunnya Al-Qur’an

hamalatudzikra
hamalatudzikra

Cara dan Tahapan Turunnya Al-Qur’an

Cara dan Tahapan Turunnya Al-Qur’an sebagai berikut :

Cara Allah Memberikan Wahyu Kepada Para Malaikat
Di dalam Al-Qur’an terdapat nas-nas yang menjelaskan bagaimana cara Allah memberikan wahyu kepada para Malaikatnya.
Pertama Allah berfirman kepada mereka, memberikan dialog yang dapat di paham oleh mereka secara langsung,

seperti yang telah di sebutkan di dalam surat Al-Baqarah ayat 30 :

وَاِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اِنِّيْ جَاعِلٌ فِى الْاَرْضِ خَلِيْفَةً ۗ قَالُوْٓا اَتَجْعَلُ فِيْهَا مَنْ يُّفْسِدُ فِيْهَا      الآية

artinya : “Dan (Ingatlah wahai Muhammad) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi”.

Mereka berkata “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang akan membuat kerusakan di muka bumi”.

Kedua Allah memberikan isyarat kepada mereka, seperti yang telah di sebutkan di dalam surat Al-Anfal ayat 12 :

اِذْ يُوْحِيْ رَبُّكَ اِلَى الْمَلٰۤىِٕكَةِ اَنِّيْ مَعَكُمْ فَثَبِّتُوا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا الآية

artinya : “(Ingatlah) ketika Tuhanmu mewahyukan (memerintahkan) kepada para malaikat, “Sesungguhnya Aku bersamamu”.

Maka, teguhkanlah (pendirian) orang-orang yang beriman”.

Ketiga Allah memerintahkan kepada para Malaikat untuk membagi tugas dalam mengatur tatanan alam semesta

sesuai perintah untuk masing-masing dari mereka, seperti yang telah di sebutkan di dalam surat Az-Zariyat ayat 4 :

فَالْمُقَسِّمٰتِ اَمْرًا

artinya : “Dan demi (Malaikat-Malaikat) yang membagi-bagi segala urusan (tatanan alam semesta)”.
Nas-nas di atas saling mendukung juga tidak bertentangan satu sama lain, sangat kuat menunjukkan bahwa

Allah SWT memberikan wahyu kepada para Malaikat secara langsung tanpa sebuah perantara pengantar,

dengan kalam yang mampu di paham oleh mereka.

BACA JUGA 👉  Penutupan Pelatihan Video Editing BLKK Hamalatudzikra

Cara dan Tahapan Turunnya Al-Qur’an ini merupakan terjemahan yang disebutkan di dalam kitab mawaridul Bayan

Tahapan di Turunkannya Al-Qur’an

Telah di tetapkan bahwasanya Al-Qur’an secara lengkap tertulis dan tersimpan di Lauh Mahfuz sebelum di turunkan,

sesuai dengan firman Allah SWT di dalam surat Al-Buruj ayat 21-22 :

بَلْ هُوَ قُرْاٰنٌ مَّجِيْدٌۙ ٢١ فِيْ لَوْحٍ مَّحْفُوْظٍ ٢٢

Artinya : “Bahkan, (yang didustakan itu) Al-Qur’an yang mulia, yang (tersimpan) dalam (tempat) yang terjaga (Lauh Mahfuz)”.
Seperti telah di tetapkan bahwasanya Al-Qur’an kemudian di turunkan secara keseluruhan dari Lauh Mahfuz ke Bait Al-‘Izzah

yang berada di langit dunia pada malam Lailatul Qadr di bulan suci Ramadhan,

sebelum akhirnya di turunkan kepada Nabi Muhammad SAW secara bertahap dan sesuai kebutuhan.

Sesuai dengan firman Allah SWT di dalam surat Al-Qadr ayat 1 :

اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ

Artinya : “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam Lailatul Qadr”.
Terkait penjelasan mengenai Al-Qur’an di turunkan melalui dua tahapan, terdapat beberapa hadits mauquf yang shahih,

yang telah di riwayatkan dari sahabat ‘Abdullah Ibnu ‘Abbas :

أُنْزِلَ القُرْآنُ جُمْلَةً وَاحِدَةً إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا لَيْلَةَ القَدْرِ، ثُمَّ أُنْزِلَ بَعْدَ ذَلِكَ فِي عِشْرِينَ سَنَةً ، ثمّ قرأ : “وَلاَ يَأْتُونَكَ بِمَثَلٍ إِلاَّ جِئْنَاكَ بِالحَقِّ وَأَحْسَنَ تَفْسِيرًا” (الفرقان : ٣٣) “وَقُرْآناً فَرَقْنَاهُ لِتَقْرَأَهُ عَلَى النَّاسِ عَلَى مُكْثٍ وَنَزَّلْنَاهُ تَنْزِيلاً” (الإسراء : ١٠٦)

Ibnu ‘Abbas berkata : “Al-Qur’an telah di turunkan sekaligus (seluruhnya) ke langit dunia pada malam Lailatul Qadr (dari Lauh Mahfudz),

Kemudian setelah itu Al-Qur’an di turunkan (kepada Nabi Muhammad SAW) selama dua puluh tahun (berangsur-angsur)”.

Kemudian Ibnu ‘Abbas membaca ayat yang artinya :
Tidaklah mereka datang kepadamu dengan (membawa) sebuah perumpamaan (yang aneh),

kecuali Kami datangkan kepadamu kebenaran dan penjelasan yang terbaik”. (QS Al-Furqan : 33)

BACA JUGA 👉  Membumikan Tradisi Pesantren Kilat: Sebuah Nostalgia Masa Kecil Di Bulan Ramadhan

dan juga sebuah ayat yang artinya :
Dan Al-Qur’an yang Kami turunkan secara berangsur-angsur agar engkau (Nabi Muhammad) membacakannya

kepada manusia secara perlahan-lahan dan Kami benar-benar telah menurunkannya secara bertahap”. (QS Al-Isra : 106)
Dan di dalam riwayat lain dari Ibnu ‘Abbas, yang di keluarkan oleh Imam Al-Hakim, Ibnu ‘Abbas berkata :

فُصِلَ القُرْآنُ مِنَ الذِّكْر، فَوُضِعَ فِي بَيْتِ العِزَّةِ مِنَ السَّمَاءِ الدُّنْيَا، فَجَعَلَ جِبْرِيلُ عليه السّلام يَنْزِلُ بِهِ عَلَى النَّبِيِّ صلّى الله عليه وسلّم (أخرجه الحاكم)

“Al-Quran (Seluruhnya) di pisahkan dari Adz-dzikr (Lauh Mahfudz), Kemudian di letakan di dalam Bait Al-‘Izzah di langit dunia,

Kemudian Jibril bergegas turun dengan membawanya kepada Nabi Muhammad SAW (Secara bertahap)”.

Cara dan Tahapan Turunnya Al-Qur’an

Terjemah kitab Mawarid al Bayan fi Ulum al Qur’an Karya Dr. KH. M. Afifudin Dimyathi., L.c., M.A Part 5

diterjemahkan oleh : Ustadz Abdul Malik Ibrohim (Pengajar di PP. Hamalatudzikra)

https://id.wikipedia.org/wiki/Al-Qur%27an

https://hamalatudzikra.ponpes.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Hubungi Kami
Hubungi Kami