Pengertian Al Qur’an dan Hadis Qudsi

hamalatudzikra
hamalatudzikra

Al-Qur’an dan Hadits Qudsi

Pengertian Al Qur’an dan Hadis Qudsi Secara Istilah

Hadits Qudsi memiliki perbedaan mendasar dengan Al-Qur’an, meskipun keduanya sama-sama firman Allah yang di turunkan kepada Nabi Muhammad SAW.

Hadits qudsi secara istilah memiliki pengertian “Sebuah perkataan dari Nabi Muhammad SAW yang Ia sandarkan kepada Allah SWT”.

Oleh karena itu, di dalam hadits qudsi status Rasulullah adalah sebagai rawi atau orang yang meriwayatkan firman Allah SWT

dengan menggunakan redaksi dari beliau sendiri.

Ketika ada seorang sahabat yang meriwayatkan hadits qudsi, maka ia telah meriwayatkannya dari Rasulullah SAW dengan di sandarkan kepada Allah ‘Azza wa Jalla

dan mengucapkan kalimat sebagai berikut ketika meriwayatkan :

١.قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيْمَايَرْوِيْهِ عَنْ رَبِّهِ عَزَّ وَجَلَّ …

Artinya : “Rasulullah SAW telah bersabda di dalam hadits yang Ia riwayatkan dari Tuhannya ‘Azza wa Jalla….”
Atau mengucapkan kalimat :

٢.قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اللهُ تَعَالَى-أَوْيَقُوْلُ اللهُ تَعَالَى…

Artinya : “Rasulullah SAW telah bersabda : Allah SWT telah berfirman…”
-Contoh meriwayatkan hadits qudsi dengan menggunakan kalimat yang pertama :

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ فِيْمَا يَرْوِيْهِ عَنْ رَبّهِ عَزَّ وَجَلَّ ” يَدُ اللهِ مَلْأَى لَا يَغِيْضُهَا نَفَقَةٌ سَحَّاءُ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ.

Artinya : Di riwayatkan dari Abi hurairoh رَضِيَ اللهُ عَنْهُ, dari Rasulullah رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ

di dalam hadits yang Ia riwayatkan dari Tuhan-Nya, Allah Ta’ala berfirman,

Kedermawanan Allah sangat penuh, tak pernah tertutup (berkurang) oleh pemberian-Nya, sangat pemurah di waktu malam maupun siang.”

-Contoh periwayatan hadits dengan narasi kedua : Di riwayatkan dari aAbu hurairah RA, dari Rasulullah SAW ,Rasulullah telah bersabda : Allah SWT berfirman “Aku sesuai prasangka hambaku pada-Ku dan Aku bersamanya apabila ia mengingat (memohon) kepada-Ku, Jika ia mengingat-Ku dalam kesendirianya/saat keadaan sendiri/seorang diri, Maka Aku akan mengingatnya dalam diri (Dzat)-Ku. Dan Jika ia mengingat-Ku dalam suatu perkumpulan, maka Aku akan mengingatnya di dalam perkumpulan yang lebih baik dari pada itu (kumpulan malaikat).”

Al Qur’an dan Hadis Qudsi

BACA JUGA 👉  BLKK HAMALATUDZIKRA GELAR UJI KOMPETENSI KEJURUAN MULTIMEDIA VIDEO EDITING

Perbedaan antara Al qur’an dan Hadits qudsi (Hadits Rabbani)

Berikut sebagian daftar perbedaan antara keduanya :

1- Al qur’an yang mulia merupakan kalam/firman Allah yang Allah turunkan/wahyukan kepada Rasulullah SAW dengan redaksinya (aslinya) sendiri,

Al qur’an Allah jadikan sebagai tantangan bagi orang-orang Arab untuk membuat untaian kata yang sama persis(seperti al qur’an),

Kemudian mereka tidak ada yang mampu untuk memenuhi tantangan tersebut (membuat satu surat saja yang sama persis seperti untaian kalam al qur’an),

Oleh sebab itu Al qur’an merupakan mu’jizat yang kekal abadi sampai terjadinya hari kiamat.

Sedangkan Hadits qudsi tidak terdapat tantangan di dalamnya ( tidak di jadikan sebagai sebuah tantangan bagi orang-orang Arab ) maupun i’jaz (kemu’jizatan).

2- Al qur’an yang mulia tidak di nisbatkan/di sandarkan kecuali kepada Allah (penyandaranya hanya kepadaNYA),

maka ketika menyampaikan suatu ayat al qur’an di katakan :

Allah SWT telah berfirman Sedangkan Hadits qudsi terkadang di sandarkan kepada Allah SWT ,terkadang juga di sandarkan kepada Rasulullah SAW.

3- Al qur’an seluruh isi kandunganya (lafadz,kalimat,susunan sampai taraf hurufnya) di sampaikan/di riwayatkan secara mutawatir,

oleh sebab itu Al-qur’an bersifat sudah pasti/permanen ketetapanya (sesuai riwayat).

Sedangkan Hadits-hadits qudsi kebanyakan merupakan khabar ahadi (berita/kabar per orangan) ,

kepastianya (buktinya) masih bersifat praduga/di duga,Hadits qudsi juga sama seperti hadits nabawi, terkadang shahih,terkadang juga dha’if.

4- Al qur’an yang mulia lafadz/redaksi dan ma’nanya dari Allah SWT,

maka dari itu al qur’an merupakan wahyu yang di turunkan dengan redaksi berikut maknanya (dari Allah SWT).

5- Sedangkan Hadits qudsi makna hadits yang di sampaikan dari Allah SWT,sementara redaksinya dari Rasulullah SAW ,Menurut pendapat yang shahih.

BACA JUGA 👉  Pendapat Para ‘Ulama Mengenai Bagaimana Wahyu Di Turunkan Kepada Malaikat Jibril

6- Al qur’an yang mulia benar-benar di anggap sebagai suatu ‘ibadah dengan sekedar membacanya saja,

juga menjadi keharusan (wajib ‘ain) membaca al qur’an di dalam shalat (seperti al fatihah),

Sedangkan Hadits qudsi tidak (menjadikan) cukup ketika di baca di dalam shalat,

dan Allah SWT menaetapkan pahala secara umum ketika di baca.

Al Qur’an dan Hadis Qudsi diterjemahkan oleh Ustadz Abdul Malik Ibrohim (Pengajar PP. Hamalatudzikra)

https://www.kemenag.go.id/

https://id.wikipedia.org/wiki/Al-Qur%27an

https://id.wikipedia.org/wiki/Al-Qur%27an

https://hamalatudzikra.ponpes.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Hubungi Kami
Hubungi Kami