Pendapat Para ‘Ulama Mengenai Bagaimana Wahyu Di Turunkan Kepada Malaikat Jibril

Dari Hadits-hadits yang telah di sebutkan, para ‘Ulama memiliki berbagai pendapat soal bagaimana cara Malaikat Jibril menerima wahyu dari Allah SWT, untuk kemudian di sampaikan kepada Nabi Muhammad SAW, di antaranya :

1.Malaikat Jibril menerima wahyu langsung dari Allah SWT, dengan cara mendengarkan redaksi wahyu yang telah di tentukan oleh-Nya.

2.Malaikat Jibril menerima dan menghafalkan wahyu dari Lauh Mahfudz.

3.Malaikat Jibril hanya di berikan makna wahyu, sementara redaksi kalimat-kalimatnya di susun sendiri oleh Malaikat Jibril, atau di susun oleh Nabi Muhammad SAW.

Dari beberapa pendapat di atas mengenai bagaimana malaikat Jibril menerima wahyu dari Allah SWT, pendapat pertama merupakan pendapat yang benar dan di ikuti oleh golongan Ahli sunnah wal-jama’ah, serta pendapat tersebut juga di kuatkan dengan banyaknya ayat yang menyandarkan Al-Quran kepada Allah SWT, seperti yang telah di sebutkan di dalam surat An-Naml ayat 6 :

وَاِنَّكَ لَتُلَقَّى الْقُرْاٰنَ مِنْ لَّدُنْ حَكِيْمٍ عَلِيْمٍ

Yang artinya : “Sesungguhnya engkau (Nabi Muhammad) benar-benar telah diberi Al-Qur’an dari sisi Allah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui”.

Dan untuk orang-orang yang memiliki pandangan ketiga, yang mengatakan Al-Qur’an merupakan perkataan dari Malaikat Jibril, mereka mendapatkan penentangan juga bantahan bahwa anggapannya telah keliru dan sangat tidak sesuai, dengan berbagai macam alasan :

-Pertama, Kaum muslimin ketika mereka ingin membaca suatu ayat dari Al-Qur’an, maka mereka akan mengatakan : “Allah SWT telah berfirman” bukan “Malaikat Jibril telah mengatakan”.

-Kedua, seluruh kaum muslimin telah sepakat bahwasanya lembaran-lembaran yang termuat di antara dua sampul kitab Al-Qur’an merupakan Kitab Allah SWT.

-Ketiga, Allah SWT telah berfirman di dalam surat An-Nahl ayat 102 :

قُلْ نَزَّلَهٗ رُوْحُ الْقُدُسِ مِنْ رَّبِّكَ بِالْحَقِّ الآية

BACA JUGA 👉  Menyambut dan Menyikapi Anak Saat Liburan Pesantren

Yang artinya : “Katakanlah Wahai Muhammad : Ruhulqudus (Jibril) telah menurunkannya (Al-Qur’an) dari Tuhanmu dengan hak”.

Pada ayat tersebut Allah SWT telah menjelaskan bahwa Malaikat Jibril hanya sebagai perantara yang menurunkan Al-Qur’an, bukan sebagai pemilik atau yang membuat redaksi ayat-ayat Al-Qur’an.

-Keempat, Allah SWT juga telah berfirman di dalam surat Al-Baqarah ayat 75 :

وَقَدْ كَانَ فَرِيْقٌ مِّنْهُمْ يَسْمَعُوْنَ كَلَامَ اللّٰهِ الآية

Yang artinya : “sedangkan sekelompok dari mereka (orang-orang munafik) mendengarkan firman Allah (Al-Qur’an)

Pada ayat tersebut yang di kehendaki dengan firman Allah adalah Al-Qur’an.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Hubungi Kami
Hubungi Kami