Definisi dan Makna Wahyu

hamalatudzikra
hamalatudzikra
hamalatudzikra

WAHYU ALLAH
(Wahyu Sebagai Simbol Kekuatan Peradaban Islam)

Islam memiliki sejarah peradaban yang sangat panjang dan akan terus berkembang, seiring dengan perkembangan pola pikir umat manusia tentunya di kaitkan dengan perkembangan zaman. Wahyu merupakan peran penting yang memberi kekuatan sekaligus menjadi simbol identitas bagi peradaban Islam, andaikan tidak ada wahyu yang di turunkan maka tidak akan pernah ada sebuah peradaban. Wahyu menjadi syarat dasar (Prasyarat) untuk membangun peradaban Islam, yang mempresentasikan berbagai makna dan tujuan perilaku-perilaku umat manusia dan juga ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan dunia maupun agama, serta menjelaskan adanya kebebasan yang sangat luas dalam Islam, namun tetap terkendali dengan batasan yang telah di tetapkan.
Wahyu tidak di turunkan kepada malaikat, tidak pula di turunkan kepada orang kaya atau konglomerat, atau salah satu penguasa, juga tidak di turunkan kepada sosok yang di segani dari dua wilayah tertentu. Melainkan di turunkan kepada Nabi Muhammad SAW orang yang sangat jujur, bermartabat, tidak pernah berbohong dan berlaku khianat kepada siapa pun sepanjang hidupnya. Maka dari itu, semua yang telah Ia sampaikan terkait kerasulannya di benarkan oleh semua orang. Bahkan orang-orang yang tidak mau beriman pun tidak akan mampu dalam benak hati mereka mengatakan bahwa Muhammad pendusta, mereka mengakui kejujuran dan kebenaran semua yang telah di sampaikan oleh Rasulullah, namun tetap enggan untuk beriman kepadanya. Sesuai dengan firman Allah SWT di dalam surat Al-An’am ayat 33 :

فَاِنَّهُمْ لَا يُكَذِّبُوْنَكَ وَلٰكِنَّ الظّٰلِمِيْنَ بِاٰيٰتِ اللّٰهِ يَجْحَدُوْنَ

Artinya : “(Bersabarlah) Karena sebenarnya mereka tidak mendustakanmu, akan tetapi orang-orang zalim itu selalu mengingkari ayat-ayat Allah”.

Definisi Wahyu
A. Pengertian Wahyu secara bahasa
Kata Wahyu berasal dari bahasa arab وَحْيٌ Wahyun, bentuk mashdar dari kata وَحَى Wahaa atau أَوْحَى Awhaa yang memiliki arti Memberikan suatu rahasia atau memberikan isyarat secara singkat, contoh penggunaannya sebagai berikt : Di ucapkan : وَحَيْتَ Wahayta atau أَوْحَيْتَ Awhayta, jika kamu telah menyampaikan suatu rahasia kepada seseorang dan ingin merahasiakannya dari yang lain.
Dari kedua makna yang telah di sebutkan, apabila di gabungkan maka wahyu memiliki arti “memberikan suatu isyarat secara singkat dan tersembunyi”. Wahyu secara bahasa juga menunjukkan beberapa makna sebagai berikut :

BACA JUGA 👉  Tingkatkan Skill Multimedia Siswa, MA Ad-Dzikro Putat Payung berkerja sama dengan Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) Hamalatudzikra Gelar Pelatihan Kompetensi

1. Arahan melalui naluri alami manusia : artinya, Allah memberikan suatu dorongan melalui watak seseorang sebagai kelaziman, seperti yang telah di wahyukan kepada Ibu Nabi Musa AS di dalam surat Al-Qashash ayat 7 :

وَاَوْحَيْنَآ اِلٰٓى اُمِّ مُوْسٰٓى اَنْ اَرْضِعِيْهِ الآية

Artinya : “Dan Kami telah mengilhamkan kepada ibu Musa, “Susuilah dia (Musa)”.

2. Arahan melalui insting hewan : artinya, Allah memberikan suatu dorongan melalui naluri alami hewan, seperti yang telah di wahyukan kepada kawanan lebah di dalam surat An-Nahl ayat 68 :

وَاَوْحٰى رَبُّكَ اِلَى النَّحْلِ     الآية

Artinya : “Dan Tuhanmu telah mengilhamkan kepada lebah (Buatlah rumah)”.

3. Isyarat singkat dengan cara memberikan arahan dan sugesti, seperti pemberian arahan dan sugesti yang pernah di lakukan oleh Nabi Zakariyya AS kepada kaumnya, kisah tersebut di ceritakan di dalam Al-Qur’an surat Maryam ayat 11 :

فَخَرَجَ عَلٰى قَوْمِهٖ مِنَ الْمِحْرَابِ فَاَوْحٰٓى اِلَيْهِمْ اَنْ سَبِّحُوْا بُكْرَةً وَّعَشِيًّا

Artinya : “Kemudian, (Zakaria) keluar dari mihrab menuju kaumnya, lalu ia memberikan isyarat kepada mereka agar bertasbihlah kamu sekalian pada waktu pagi dan petang”.

4. Bisikan godaan setan dan tipu dayanya untuk mengajak kepada kejelekan, seperti yang terdapat di dalam surat Al-an’am ayat 121 :

وَاِنَّ الشَّيٰطِيْنَ لَيُوْحُوْنَ اِلٰٓى اَوْلِيَاۤىِٕهِمْ الآية

Artinya: “Dan sesungguhnya setan-setan benar-benar senantiasa berbisik dan menggoda para kekasihnya (dari golongan manusia)”.

5. Perintah Allah yang di berikan kepada para malaikat untuk di laksanakan, seperti yang terdapat di dalam surat Al-Anfal ayat 12 :

إِذْ يُوْحِيْ رَبُّكَ اِلَى الْمَلٰۤىِٕكَةِ اَنِّيْ مَعَكُمْ الآية

Artinya : “(Ingatlah wahai Muhammad) ketika Tuhanmu mewahyukan (memerintahkan) kepada para malaikat, “Sesungguhnya Aku bersama kalian”.

BACA JUGA 👉  Menyambut dan Menyikapi Anak Saat Liburan Pesantren

B. Pengertian Wahyu Secara Istilah

Wahyu Allah SWT yang di turunkan kepada para Nabi, secara istilah memiliki pengertian dari dua sudut pandang :

1.Apabila kata اَلْوَحْيُ Alwahy merupakan kalimat yang menggunakan arti isim maf’ul اَلْمُوْحَى Almuuhaa, maka wahyu memiliki pengertian “Firman Allah SWT yang telah di turunkan kepada seorang Nabi”.

2.Apabila kata اَلْوَحْيُ Alwahy merupakan bentuk mashdar, maka memiliki pengertian “Pemberitahuan petunjuk yang di berikan oleh Allah kepada seorang Nabi yang Ia pilih, secara rahasia dan juga singkat”.

 

Terjemah kitab Mawarid al Bayan fi Ulum al Qur’an Karya Dr. KH. M. Afifudin Dimyathi., L.c., M.A Part 4

diterjemahkan oleh : Ustadz Abdul Malik Ibrohim (pengajar di PP. Hamalatudzira)

https://id.wikipedia.org/wiki/Al-Qur%27an

https://hamalatudzikra.ponpes.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Hubungi Kami
Hubungi Kami